Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Aku lelah untuk ini, Tuhan!

Tuhan telah merancang segalanya.

Mulai dari lahir, menjadi bayi yang lucu, kemudian anak-anak, remaja, dewasa, bahkan tua nanti.
Tuhan juga telah mengatur bahagia, sedih, sehat, sakit, kemudian mati didalam hidupku.
Tuhan meracang segalanya dengan hati-hati, dengan melihat seberapa kuat aku mampu melewati dunia ini.
Namun ini rencana yang Tuhan telah berikan.
Aku bahagia Tuhan mengirimkan orang-orang yang menyayangiku tanpa kebohongan, dengan tulus dan penuh cinta.
Tapi untuk yang ini aku tak tau harus bersedih atau bahagia?
Penyakit ini awalnya terlihat ringan di mataku, tak ada apa-apanya.
Namun, aku salah! salah besar! maag yang ku anggap ringan malah menjandi permasalah besar!
ditambah, aku harus menahan anemia bahkan nyeri pada ulu hati ku yang kadang menyerang tanpa permisi.
Aku harus mengkonsumsi obat, yang membuatku terlihat lemah karenanya.
Lelah rasanya harus membuat orang orang disekitarku kerepotan, bahkan khawatir melihat wajahku yang kadang kadang menjadi pucat pasih di tambah aku mulai mengeluh saat penyakit itu menyerang!
Bodoh! aku harus kuat, tanpa obat..

Masihkah kau merncanakan penyakit ini untuk terus bersemayam didalam diriku Tuhan?
Lelah aku menanti untuk hidup tanpa merepotkan orang lain.
Aku ingin bisa berdiri tegap tanpa tongkat Tuhan! Mungkin itu ungkapan yang cocok untuk ku.
Keluhan ku terlalu banyak memang pada-Mu, namun sungguh aku terlalu lelah Tuhan.
Bagaimana bisa aku membahagiakan orang orang yang menyayangiku, jika untuk berdiri saja aku tak mampu?
Jika untuk tersenyum saja harus dengan senyum palsu.
Tolong Tuhan, izinkan aku bahagikan mereka terlebih dahulu :'

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar